Tafsir Al-Jalalayn
وَنَزَلَ فِي يَتِيم طَلَبَ مِنْ وَلِيّه مَاله فَمَنَعَهُ ﴿وَآتُوا الْيَتَامَى﴾ الصِّغَار الَّذِينَ لَا أَب لَهُمْ ﴿أَمْوَالهمْ﴾ إذَا بَلَغُوا ﴿وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيث﴾ الْحَرَام ﴿بِالطَّيِّبِ﴾ الْحَلَال أَيْ تَأْخُذُوهُ بَدَله كَمَا تَفْعَلُونَ مِنْ أَخْذ الْجَيِّد مِنْ مَال الْيَتِيم وَجَعْل الرَّدِيء مِنْ مَالكُمْ مَكَانه ﴿وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالهمْ﴾ مَضْمُومَة ﴿إلَى أَمْوَالكُمْ إنَّهُ﴾ أَيْ أَكْلهَا ﴿كَانَ حُوبًا﴾ ذَنْبًا ﴿كَبِيرًا﴾ عَظِيمًا وَلَمَّا نَزَلَتْ تَحَرَّجُوا مِنْ وِلَايَة الْيَتَامَى وَكَانَ فِيهِمْ مَنْ تَحْته الْعَشْر أَوْ الثَّمَان مِنْ الْأَزْوَاج فَلَا يعدل بينهن فنزل
[Ayat ini turun berkenaan dengan seorang anak yatim yang meminta hartanya dari walinya namun sang wali menahannya:] (Dan berikanlah kepada anak-anak yatim) [anak-anak kecil yang tidak mempunyai ayah] (harta mereka) [apabila mereka telah baligh,] (dan janganlah kamu menukar yang buruk) [yang haram] (dengan yang baik) [yang halal, yakni kamu mengambil harta haram sebagai ganti dari yang halal sebagaimana yang biasa kamu lakukan dengan mengambil barang yang bagus dari harta anak yatim lalu menaruh barang yang jelek dari hartamu sebagai gantinya,] (dan janganlah kamu makan harta mereka) [dengan digabungkan] (ke dalam hartamu. Sesungguhnya) [memakan harta mereka itu] (adalah dosa) [dosa] (yang besar.) [yang sangat besar. Ketika ayat ini turun, mereka merasa berat/khawatir untuk mengurus anak yatim, padahal di antara mereka ada yang memiliki delapan atau sepuluh orang istri lalu ia tidak berbuat adil di antara mereka, maka turunlah ayat berikutnya].