Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَان وَنَعْلَم﴾ حَال بِتَقْدِيرِ نَحْنُ ﴿مَا﴾ مَصْدَرِيَّة ﴿تُوَسْوِس﴾ تُحَدِّث ﴿بِهِ﴾ الْبَاء زَائِدَة أو للتعدية والضمير للإنسان ﴿نفسه وَنَحْنُ أَقْرَب إلَيْهِ﴾ بِالْعِلْمِ ﴿مِنْ حَبْل الْوَرِيد﴾ الْإِضَافَة لِلْبَيَانِ وَالْوَرِيدَانِ عِرْقَانِ بِصَفْحَتَيْ الْعُنُق ١ -
Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dan Kami mengetahui [sebagai hal, dengan takdir 'nahnu'] apa [kata 'maa' di sini adalah masdariyyah] yang dibisikkan [yakni dibicarakan] oleh dirinya sendiri [huruf ba pada 'bihi' adalah zaidah atau untuk ta'diyyah, dan kata ganti kembali kepada manusia], dan Kami lebih dekat kepadanya [dengan ilmu Kami] daripada urat lehernya [idhafah di sini untuk penjelasan (bayan), dan 'al-waridaani' adalah dua pembuluh darah utama di kedua sisi leher]. 1 -