﴿وَمِنَ اللَّيْل فَسَبِّحْهُ﴾ أَيْ صَلِّ الْعِشَاءَيْنِ ﴿وَأَدْبَار السُّجُود﴾ بِفَتْحِ الْهَمْزَة جَمْع دَبْر وَكَسْرهَا مَصْدَر أَدْبَرَ أَيْ صَلِّ النَّوَافِل الْمَسْنُونَة عَقِب الْفَرَائِض وَقِيلَ الْمُرَاد حَقِيقَة التَّسْبِيح فِي هَذِهِ الْأَوْقَات ملابسا للحمد
٤ -
Dan pada sebagian dari malam bertasbihlah kepada-Nya [yaitu laksanakanlah shalat Isya dan Maghrib/Isya dua shalat malam], dan di belakang sujud [bisa dibaca adbaara dengan fathah hamzah sebagai bentuk jamak dari dabur, atau idbaara dengan kasrah sebagai masdar dari adbara, maksudnya: shalatlah sunnah-sunnah yang dianjurkan seusai shalat-shalat fardhu; dan dikatakan pula bahwa yang dimaksud adalah hakikat bertasbih pada waktu-waktu ini dengan menyertai pujian kepada-Nya]. 4 -