Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُر﴾ أَيْ إنْذَارِي اسْتِفْهَام تَقْرِير وَكَيْفَ خَبَر كَانَ وَهِيَ لِلسُّؤَالِ عَنْ الْحَال وَالْمَعْنَى حَمْل الْمُخَاطَبِينَ عَلَى الْإِقْرَار بِوُقُوعِ عَذَابه تَعَالَى بِالْمُكَذِّبِينَ لِنُوحٍ مَوْقِعه ١ -
Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku! [yakni ancaman-Ku. Kalimat tanya ini bertujuan untuk pengukuhan (istifham taqrir). Kata 'kaifa' menjadi khabar dari 'kana' yang berfungsi menanyakan keadaan. Maknanya adalah mendorong para pendengar untuk mengakui terjadinya azab Allah Ta'ala terhadap orang-orang yang mendustakan Nabi Nuh pada tempatnya].