Tafsir Al-Jalalayn
﴿أَأُلْقِيَ﴾ بِتَحْقِيقِ الْهَمْزَتَيْنِ وَتَسْهِيل الثَّانِيَة وَإِدْخَال أَلِف بَيْنهمَا عَلَى الْوَجْهَيْنِ وَتَرْكه ﴿الذِّكْر﴾ الْوَحْي ﴿عَلَيْهِ مِنْ بَيْننَا﴾ أَيْ لَمْ يُوحَ إلَيْهِ ﴿بَلْ هُوَ كَذَّاب﴾ فِي قَوْله إنَّهُ أُوحِيَ إلَيْهِ ما ذكر ﴿أشر﴾ متكبر بطر قال تعالى ٢ -
Apakah diturunkan [dibaca dengan tahqiq pada kedua hamzah (a-aulqiya), atau tas-hil pada hamzah yang kedua, serta dengan menyisipkan alif di antara keduanya pada kedua cara baca tersebut, atau tanpa menyisipkannya] pengajaran [yakni wahyu] kepadanya di antara kita? [maksudnya, tidak mungkin dia yang diberi wahyu]. Sebenarnya dia adalah seorang yang sangat pendusta [dalam ucapannya bahwa telah diwahyukan kepadanya apa yang disebutkan itu] lagi sombong [yakni takabur lagi angkuh. Allah Ta'ala berfirman:]