Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَإِذَا قُضِيَتْ الصَّلَاة فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْض﴾ أَمْر إبَاحَة ﴿وَابْتَغُوا﴾ اُطْلُبُوا الرِّزْق ﴿مِنْ فَضْل اللَّه وَاذْكُرُوا اللَّه﴾ ذِكْرًا ﴿كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾ تَفُوزُونَ كَانَ ﷺ يَخْطُب يَوْم الْجُمُعَة فَقَدِمَتْ عِير وَضُرِبَ لِقُدُومِهَا الطَّبْل عَلَى الْعَادَة فَخَرَجَ لَهَا النَّاس مِنْ الْمَسْجِد غَيْر اثْنَيْ عَشَر رَجُلًا فَنَزَلَتْ ١ -
[Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi] ini adalah perintah yang bermakna kebolehan (ibahah), [dan carilah] carilah rezeki [dari karunia Allah, serta ingatlah Allah] dengan ingatan [yang banyak agar kamu beruntung] agar kamu mendapatkan kemenangan. Dahulu Rasulullah ﷺ sedang berkhotbah pada hari Jumat, lalu datanglah rombongan unta dagang dan ditabullah gendang untuk menyambut kedatangannya sebagaimana kebiasaan saat itu, maka orang-orang keluar dari masjid menemuinya sehingga tidak tersisa kecuali dua belas orang laki-laki, lalu turunlah ayat ini.