Tafsir Al-Jalalayn
﴿فإن لم تفعلوا﴾ ما ذكر لعجزهم ﴿وَلَنْ تَفْعَلُوا﴾ ذَلِك أَبَدًا ? لِظُهُورِ إعْجَازه اعْتِرَاض ﴿فَاتَّقُوا﴾ بِالْإِيمَانِ بِاَللَّهِ وَأَنَّهُ لَيْسَ مِنْ كَلَام الْبَشَر ﴿النَّار الَّتِي وَقُودهَا النَّاس﴾ الْكُفَّار ﴿وَالْحِجَارَة﴾ كَأَصْنَامِهِمْ مِنْهَا يَعْنِي أَنَّهَا مُفْرِطَة الْحَرَارَة تَتَّقِد بِمَا ذُكِرَ لَا كَنَارِ الدُّنْيَا تَتَّقِد بِالْحَطَبِ وَنَحْوه ﴿أُعِدَّتْ﴾ هُيِّئَتْ ﴿لِلْكَافِرِينَ﴾ يُعَذَّبُونَ بِهَا جُمْلَة مُسْتَأْنَفَة أَوْ حَال لَازِمَة ٢ -
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) [apa yang telah disebutkan itu karena kelemahanmu], dan kamu pasti tidak akan dapat membuat(nya) [hal itu untuk selama-lamanya, karena tampak jelas kemukjizatannya. Kalimat ini merupakan kalimat sisipan (i'tiradh)], maka peliharalah dirimu [dengan beriman kepada Allah dan meyakini bahwa Al-Qur'an itu bukanlah perkataan manusia] dari neraka yang bahan bakarnya manusia [yaitu orang-orang kafir] dan batu [seperti berhala-berhala mereka yang terbuat dari batu. Maksudnya, neraka itu sangat panas sehingga dinyalakan dengan bahan-bahan tersebut, tidak seperti api dunia yang dinyalakan dengan kayu bakar dan sejenisnya], yang telah disediakan [yakni disiapkan] bagi orang-orang kafir [untuk menyiksa mereka. Kalimat ini merupakan kalimat baru (musta'nafah) atau berkedudukan sebagai 'hal' yang lazim (keterangan keadaan yang pasti)].